Rabu, 08 Desember 2010

Taushiyah Habib Ali bin Muhammad al-Habsyi

Beliau ra berkata:

Kebodohan zamanku membawa kesedihan dan kegundahan
Bagaimana penduduk zaman telah mengabaikan ilmu
Aku heran dengan orang yang rela dengan kejahilannya
Sedangkan tuhan memberinya pemahaman dari anugerah-Nya


Beliau ra berkata:

Dalam menuntut ilmu yang mulia, tempuhlah
dengan bersungguh-sungguh, semangat dan meninggalkan
kebiasaan
Di dalam ilmu terdapat cahaya dan keindahan bagi hati
Kebaikannya bagi hamba sebaik-baik kebaikan
Dengannya manusia 'kan mengenal hak Tuhannya
Dan dengannya 'kan mendapat petunjuk yang tersesat dan
kenyanglah orang yang kehausan
jika kalian ingin menghafal apa yang kalian ketahui
Maka hal itu dengan mengulangi pelajaran dan menyebutnya
berkali-kali



Sabtu, 19 Juni 2010

TETAP BERSAMA KOMUNITAS KAUM MUSLIMIN DAN MENGIKUTI SALAFUS SALEH

Ketahuilah, bahwa Rasulullah SAW telah memerintahkan ketika terjadi perselisihan pendapat agar kita tetap bersama golongan yang terbanyak, yaitu mayoritas kaum muslimin, dan beliau mengabarkan bahwa umatnya terhindar dari persatuan di atas kesesatan atau kesalahan dalam agama. Beliau telah bersabda: "Sesungguhnya umatku tidak akan bersatu di atas kesesatan. jika kalian melihat perselisihan, maka kalian harus tetap bersama golongan yang terbanyak." (HR. Ibn Majah)
Al-'Allamah As-Sindi berkata dalam penjelasannya tentang kalimat as-sawadul a'zham "Artinya komunitas yang banyak, sebab kesepakatan mereka lebih dekat kepada ijma." Imam As-Suyuthi berkata: "Artinya kelompok manusia dan mayoritas mereka yang bersatu di atas jalan yang lurus, dan hadis tersebut menunjukkan selayaknya mengamalkan pendapat mayoritas."
Rasulullah SAW juga bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak menyatukan umatku di atas kesesatan selama-lamanya, dan tangan Allah bersama jama'ah. Maka ikutilah golongan yang terbanyak. Siapa yang menyimpang, dia akan menyimpang ke dalam neraka." (HR. At-Turmudzi , Ath-Thabrani, Al-Hakim) Demikian pula sabda beliau: "Aku meminta kepada Tuhanku semoga umatku tidak bersatu di atas kesesatan. Lalu Dia memberikannya kepadaku." (HR. Ahmad)
Para ulama mengatakan: Al-hamdulillah golongan Ahlussunnah dari sejak masa pertama sampai hari ini merupakan golongan terbanyak. Maka dengan demikian benarlah bahwa mereka adalah golongan yang selamat yang tetap berpegang teguh dengan Al-Quran, sunnah dan apa yang dipegang teguh oleh para pendahulu umat dari golongan sahabat, tabi'in dan para imam mujtahid yang terkemuka. Kepadanya isyarat Rasulullah SAW dalam sabdanya: "Sesungguhnya Bani Israel telah terpecah menajdi tujuh puluh dua golongan, dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya masuk neraka kecuali satu golongan." Para sahabat bertanya: "Siapa mereka wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Yang mengikuti jejakku dan para sahabatku." (HR. Abu Dawud, At-Turmudzi, Ibn Majah, Ahmad)

Jumat, 04 Juni 2010

HAK RASULULLAH SAW ATAS UMATNYA

Ketahuilah, bahwa hak Rasulullah SAW atas umatnya adalah hak yang paling besar dan paling wajib dilaksanakan sesudah hak Allah SWT.
Diantara hak beliau atas mereka adalah:
Pertama, kewajiban mengikuti sunnahnya, menolong agamanya dan membela syariatnya. Allah SWT berfirman:"Katakanlah: 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.'" (Ali Imran: 31) Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang berpegang teguh dengan sunnahku ketika umatku rusak, baginya pahala satu orang yang mati syahid." Dan beliau bersabda: "Siapa yang melestarikan sunnahku berarti dia mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku, pasti dia bersamaku di dalam surga."
Kedua, kewajiban mencintai dan mengasihinya hingga beliau menjadi orang yang paling dicintai seorang mukmin daripada dirinya sendiri, anaknya dan seluruh makhluk.
Ketiga, kewajiban mencintai keluarga (ahli bait)nya, sahabat-sahabatnya dan anak cucu (dzurriyah)nya. Beliau bersabda: "Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga aku menjadi orang yang paling dicintainya daripada orang tuanya, anaknya dan manusia seluruhnya." Dan beliau bersabda: "Cintailah Allah karena Dia telah memberikan banyak karunia pada kalian. Dan cintailah aku karena kalian mencintai Allah dan cintailah keluargaku karena kalian mencintai aku." Rasulullah SAW bersabda: "Allah, Allah (cintalah) pada sahabat-sahabatku. Janganlah kalian menjadikan mereka sebagai sasaran kebencian sesudahku. Maka siapa yang mencintai mereka berarti karena mencintaiku dia mencintai mereka. Dan siapa yang membenci mereka berarti karena membenciku dia membenci mereka. Siapa yang menyakiti mereka berarti dia menyakitiku, siapa yang menyakitiku berarti dia menyakiti Allah, dan siapa yang menyakiti Allah, maka hampir dipastikan Allah akan menyiksanya."
Keempat, diantara hak beliau atas mereka adalah kewajiban mengagungkan dan menghormatinya, dan Allah SWT telah memerintahkan hal tersebut di dalam kitab-Nya. Allah SWT befirman: "Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)nya dan membesarkannya." (Al-Fath: 8-9) Artinya memuliakannya dan sangat mengagungkannya. Sebab mengagungkannya termasuk mengagungkan Allah, sebagaimana menaatinya adalah esensi menaati Allah dan mencintainya adalah esensi mencintai Allah. Allah SWT berfirman: "Barangsiapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah." (An-Nisa: 80) Allah SWT berfirman: "Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah." (Al-Fath: 48) dan Allah berfirman: "Katakanlah: 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan megampuni dosa-dosamu." (Ali Imran: 31)
Para sahabat ra adalah teladan terbaik dalam hal mencintai dan menghormatinya. Di antara contohnya dalam kisah perjanjian Hudaibiyah manakala kaum Quraisy mengutus Urwah bin Mas'ud as-Tsaqafi kepada Rasulullah SAW. Lalu ia melihat bagaimana para sahabat menghormati beliau. Manakala kembali kepada kaum Quraisy, ia berkata: "Hai kaumku, demi Allah, aku pernah diutus kepada Kisra, Kaisar dan Najasy. Namun aku sama sekali tidak pernah melihat seorang raja yang diagungkan oleh sahabat-sahabatnya sebagaimana sahabat-sahabat mengagungkan Muhammad. Tidaklah dia meludah satu kali pun kecuali ludah itu jatuh ke telapak tangan salah seorang dari mereka, lalu ia mengusapkannya ke wajah dan tangannya. Jika dia memerintahkan mereka dengan satu perintah, mereka berebut melaksanakannya. Jika dia berwudhu, mereka hampir saling berkelahi memperebutkan air bekas wudhunya. Jika dia bicara mereka merendahkan suara mereka di sisinya dan mereka tidak menajamkan pandangan kepadanya karena sangat menghormatinya."
Kelima, di antara hak beliau adalah memperbanyak ucapan shalawat dan salam kepada beliau. Allah SWT telah memerintahkan hal tersebut di dalam kitab-Nya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (al-Ahzab:56). Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat atasnya sepuluh kali dan menghapus daripadanya sepuluh kesalahan." Dan beliau bersabda: "Orang yang paling utama denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat atasku."

Minggu, 30 Mei 2010

SIFAT-SIFAT AKHLAK RASULULLAH SAW

Sebagaimana Rasulullah SAW adalah orang yang paling bagus bentuk fisiknya, beliau juga adalah orang yang paling bagus akhlaknya. Sesungguhnya Allah menghimpun padanya akhlak-akhlak terpuji yang tidak terhimpun pada orang lain secara mutlak dan mengajarinya etika di dalam kitab-Nya yang mulia dengan seluruh adab-adab terbaik. Allah SWT Berfirman: "Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh." (Al-A'raf: 199) Rasulullah SAW bersabda: "Tuhanku telah mengajariku adab dengan sebaik-baiknya." Dan beliau bersabda: "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik." Setelah etika-etika ini sempurna pada diri Rasulullah SAW, Allah SWT memujinya dengan firman-Nya: "Dengan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (Al-Qalam: 4)
Ketika Aisyah rha ditanya tentang akhlak Rasulullah SAW, ia menjawab: "Akhlaknya adalah Al-Quran." Artinya belau ridha karena ridhanya dan marah karena kemarahannya.
Anas ra berkata: "Aku menjadi pelayan Rasulullah SAW selama sepuluh tahun. Selama itu beliau sama sekali tidak pernah mengatakan 'huh' kepadaku, tidak pernah mengatakan kepada sesuatu yang aku lakukan: 'Mengapa kau melakukannya?' dan tidak pernah mengatakan kepada sesuatu yang tidak aku perbuat: 'Kenapa kau tidak melakukannya?'
Dari Ali ra, ia berkata: "Nabi SAW adalah orang yang selalu gembira, ramah, lembut, tidak kasar dan tidak keras, tidak pernah berteriak-teriak dan tidak pernah berkata-kata keji, tidak suka mencela dan tidak banyak memuji. Beliau pandai melupakan hal-hal yang tidak sukainya, tidak pernah membuat putus asa dan tidak pernah putus asa. Beliau menjauhkan dirinya dari tiga hal: riya, banyak bicara dan hal-hal yang bukan urusannya. Dan beliau menjauhkan orang-orang dari tiga hal: beliau tidak pernah mencaci seorangpun dan tida mencelanya, tidak mencari-cari aibnya dan tidak berbicara kecuali tentang hal-hal yang beliau harap pahalanya. Jika beliau berbicara, beliau membuat orang-orang yang duduk bersamanya tunduk, seakan-akan ada burung di atas kepala mereka. Jika beliau telah diam, mereka bicara, mereka tidak berebutan bicara di sisinya. Siapa yang bicara di sisinya, mereka diam mendengarkannya hingga ia selesai bicara. Bicara orang yang paling terakhir di antara mereka adalah bicara orang yang paling pertama di antara mereka. Beliau tertawa dari apa yang mereka tertawakan dan mengagumi apa yang mereka kagumi. Beliau sabar menghadapi orang asing kedati kasar dalam bicara dan cara memintanya, hingga sekalipun para sahabatnya membawanya, dan beliau berkata: "Jika kalian lihat orang yang mempunyai kebutuhan meminta hajatnya, maka bantulah dia." Beliau tidak menerima pujian kecuali dari hal yang setimpal, dan beliau tidak memotong pembicaraan seseorang dengan larangan ataupun pergi hingga ia selesai bicara."
Diriwayatkan bahwa Nabi SAW pernah memberi makan unta, menyapu rumah, menambal sandal dan menjahit pakaian."
Rasulullah SAW pernah memerah susu, makan bersama pembantu dan menggiling tepung bersamanya jika ia telah lelah. rasa malu tidak menghalangi beliau untuk memanggul barang-barangnya dari pasar ke rumah keluarganya. Beliau menyalami orang kaya maupun miskin, selalu memulai salam dan tidak meremehkan undangan makan yang disampaikan kepadanya walaupun itu hanya berupa kurma yang paling jelek. Beliau adalah orang yang pemurah, lembut, ramah, bergaul baik, berwajah berseri-seri, banyak senyum tanpa tertawa, sedih tetapi tidak sampai murung, rendah hati tidak sampai menghinakan diri, pemurah tidak sampai boros, lembut hati, pengasih terhadap setiap muslim, sama sekali tidak bersendawa karena kenyang dan tidak pernah mengulurkan tangannya kepada keserakahan. Semoga shalawat dan salam Allah tercurah atasnya dan atas keluarga serta para sahabatnya.

Jumat, 21 Mei 2010

SIFAT-SIFAT FISIK RASULULLAH SAW

Para ulama mengatakan, termasuk kesempurnaan keimanan kepada Rasulullah SAW adalah keyakinan kita bahwa Allah SWT menciptakan jasadnya yang mulia menurut bentuk yang tidak muncul sepertinya baik sebelum maupun sesudahnya. Allah SWT menciptakannya dengan sebagus-bagus bentuk di mana padanya terhimpun segala ragam keelokan yang tak mungkin bisa terlukiskan.
Sungguh sempurna keelokannya. Sekiranya ia menghadiahkan cahaya
wajahnya ke bulan purnama, niscaya bulan itu tak akan mengalami gerhana
Bagaimanapun pintar orang yang melukiskan sifatnya
Akan habis zaman ini dan keindahannya belum terlukiskan semuanya
Rasulullah SAW adalah orang yang paling tampan dan paling menawan dari jauh, dan kian elok dan manis manakala dilihat dari dekat. Al-Barra bin Azib ra berkata: "Aku tidak pernah melihat orang yang mengenakan sorban hitam pada baju merah lebih bagus dari Rasulullah SAW." [HR. Bukhari (3551) Muslim (2337)]
Abu Hurairah ra berkata: "Aku tidak pernah melihat sesuatu apa pun yang lebih elok dari Rasulullah SAW, seolah-olah matahari berjalan di wajahnya. dan aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih cepat jalannya dari Rasulullah SAW, seakan-akan bumi dilipat untuknya, kami melelahkan diri kami, sementara beliau tidak terlihat apa-apa." [HR. At-Turmudzi (3648)]
Anas bin Malik ra berkata: "Aku tidak pernah menyentuh segala jenis sutera yang lebih lembut dari telapak tangan Rasulullah SAW dan aku sama sekali tidak pernah mencium aroma yang lebih harum dari aroma Rasulullah SAW." [HR. Ahmad (3/228) Bukhari (3368)]
Adalah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib jika menggambarkan sifat Rasulullah SAW, ia berkata: "Beliau tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Perawakannya sedang. Rambutnya tidak terlalu keriting dan tidak terlalu lurus. Rambutnya ikal. Badannya tidak terlalu gemuk dan wajahnya tidak terlalu bulat. Wajahnya agak mengerucut (dengan segala kesempurnaannya). Kulitnya putih kemerah-merahan. Kedua matanya sangat hitam, bulu matanya lebat. Ada jajaran bulu di antara dada dan pusarnya. Kedua telapak tangan dan kakinya keras dan lentur. Pundaknya bagus. Jika menoleh, beliau menoleh dengan seluruh tubuhnya. Jika berjalan, beliau agak condong ke depan seakan-akan sedang turun dari tempat yang tinggi, di antara kedua belikatnya terdapat cap kenabian, dan beliau penutup nabi-nabi.
Beliau adalah orang yang paling lapang dadanya, paling baik hatinya, paling jujur bicaranya, paling lembut sikapnya, paling mulia pergaulannya. Siapa yang melihatnya tiba-tiba tanpa mengenalnya, dia akan merasakan haibahnya (kewibawaannya). Dan siapa yang bergaul dan mengenalnya dia akan mencintainya. Orang yang menceritakan sifatnya akan berkata: 'Aku tidak pernah melihat sebelum maupun sesudahnya orang yang sepertinya.'" [HR At-Turmudzi (3638)]
Dari Hind bin Abi Halah ra ia berkata: "Adalah Rasulullah SAW itu orang yang besar lagi dibesarkan, wajahnya bersinar laksana bulan purnama, kepalanya besar, rambutnya ikal, warna kulitnya cerah, dahinya luas, alisnya lebat, hidungnya mancung, jenggotnya tebal, mulutnya lebar, giginya rapat, perawakannya sedang, perut dan dadanya sejajar, jarak kedua pundaknya lebar, persendian-persendiannya besar, telapak tangannya lebar, jari-jari tangannya sedang, kedua kakinya mulus, pandangannya menunduk, pandangannya ke tanah lebih lama dari padangannya ke langit, sebagian besar pandangannya adalah melirik, selalu mendahulukan sahabat-sahabatnya di depan, dan selalu lebih dahulu mengucap salam dengan orang yang ditemuinya." [HR At-Tabrani (22/414) Al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Imam (1430)]

Rabu, 19 Mei 2010

MUKJIZAT-MUKJIZAT RASULULLAH SAW

Mukjizat-mukjizat Rasulullah SAW sangat banyak lagi populer. Yang paling utama dan populer diantaranya adalah Al-Quran Al-Karim yang Allah jadikan makhluk tidak mampu untuk menandingi dan membuat yang serupa dengannya, kendati Allah telah menantang mereka membuatnya dan mereka pun telah mengarahkan daya dan upaya untuk melakukannya, Allah SWT berfirman:

[17:88] Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (Al-Isra: 88)
Al-Quran adalah mukjizat yang abadi sampai ke akhir masa, buktinya akan tetap ada, kemukjizatannya akan senantiasa berlanjut, keajaiban-keajaibannya tidak akan habis, keunikan-keunikannya tidak akan lenyap. Di dalamnya terdapat berita generasi yang terdahulu dan yang akan datang, sesuai dengan setiap masa sampai hari kiamat.
Diantara mukjizat beliau yang mencengangkan adalah terbelahnya bulan, dan itu terjadi ketika kaum kafir Mekkah meminta agar beliau memperlihatkan kepada mereka satu tanda yang menunjukkan kebenaran kenabiannya, dan tanda tersebut berupa terbelahnya bulan. Lalu Rasulullah SAW berdoa kepada Tuhan. Maka bulan pun terbelah dua, sementara mereka menyaksikannya. Lalu beliau berkata, "Saksikanlah." Kemudian orang-orang kafir itu menanya penduduk berbagai negeri apakah mereka juga melihat hal semacam itu. Ternyata mereka menyatakan bahwa mereka pun melhat hal tersebut. Maka mereka berkata, "Muhammad telah menyihir penduduk bumi." Lalu Allah SWT menurunkan ayat:

[54:1] Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. [54:2] Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mu'jizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus". (Al-Qamar: 1-2)
Di antara mukjizat beliau termasuk memancarnya air dari sela-sela jari-jemari tangan beliau yang mulia. Hal tersebut terjadi beberapa kali kepada beliau. Di antaranya hadis yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah ra dengan perkataannya: "Orang-orang kehausan pada hari Hudaibiyah sementara Rasulullah SAW sedang berwudhu dari sebuah bejana yang terdapat di depannya. Kemudian orang-orang datang ke arah beiau. Maka beliau berkata, "Kenapa kalian?" Mereka menjawab, "Wahai Rasulullah, kami tak punya air untuk berwudhu dan minum kecuali yang terdapat dalam bejana milikmu." Lalu Nabi SAW meletakkan tangannya ke dalam bejana tersebut. Tiba-tiba air memacar dari sela-sela jari-jemari tangannya seperti mata air. Lalu kami pun minum dan berwudhu." Kemudian ada yang bertanya kepada Jabir, "Berapa jumlah kalian pada hari itu?" Jabir menjawab, "Sekiranya kami berjumlah 100.000 tentu air itu cukup untuk kami. Pada hari itu kami berjumlah sekitar 1.500 orang." [HR Bukhari (3576)]
Di antara mukjizat beliau juga termasuk menangisnya batang kurma yang tadinya menjadi tempat berpijak beliau ketika menyampakan khutbah. Manakala beliau telah memakai mimbar yang baru dan duduk di atasnya, batang kurma tersebut menangis laksana tangisan unta betina mencari anaknya. Dalam satu riwayat disebutkan, "Batang kurma itu melenguh seperti lenguhan banteng hingga masjid bergetar karena lenguhannya. Lalu Rasulullah SAW turun mendatanginya lalu mendiamkannya. Maka batang kurma itu pun diam. Kemudian beliau berkata, "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sekiranya aku tidak menenangkannya, dia akan tetap begini sampai hari kiamat karena sedih jauh dari Rasulullah SAW." [HR Ad-Darimi (41)]

Minggu, 16 Mei 2010

KEISTIMEWAAN-KEISTIMEWAAN RASULULLAH SAW

Nabi kita Muhammad SAW memiliki keistimewaan melebihi seluruh nabi dengan banyak keistimewaan:
Diantaranya keadaan beliau sebagai penutup para nabi dan rasul. Maka tidak ada lagi nabi dan rasul sesudahnya. Beliau telah bersabda: “Aku adalah Muhammad, nabi yang ummi, tidak ada lagi nabi sesudahku. Aku diberikan jawami’ al-kalim dan puncak-puncaknya.” (HR. Ahmad (2/172) dari hadis Abdullah bin Amru bin al-Ash ra)
Di antara keistimewaannya, beliau lebih mulia dari para nabi, rasul dan makhluk seluruhnya. Dari Abu Sa’id al-Khudhri ra, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku adalah pemimpin anak Adam pada hari kiamat, dan aku tidak sombong, dan di tanganku paji pujian, akupun tidak bangga. Pada hari itu tak ada seorang nabi pun –Adam dan selainnya – kecuali di bawah benderaku. Dan aku adalah orang yang pertama kali dibangkitkan dari kuburnya, aku juga tidak bangga.” (HR. Turmudzi (3148,3615) dan ia berkata; “hadis ini hasan shahih). Dalam satu riwayat: “Aku adalah orang yang paling mulia di antara orang-orang terdahulu dan belakangan bagi Allah, aku ucapkan ini tanpa keangkuhan.” (HR. Turmudzi (3616) dari hadis Ibn Abbas ra).
Di antara keistimewaannya, keumuman risalah beliau kepada bangsa jin, manusia, Arab, dan Ajam (non-Arab). Dari Jabir ra: “Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku diberikan lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada seorangpun sebelumku: Aku dimenangkan dengan rasa takut (pada musuh-musuhku) dari jarak satu bulan perjalanan, dijadikan tanah bagiku sebagai tempat sujud dan alat bersuci, maka dimanapun seseorang dari umatku memasuki waktu shalat, hendaklah ia shalat. Dihalalkan bagiku harta ghanimah (rampasan perang), padahal harta ghanimah itu tidak dihalalkan bagi siapapun sebelumku, diberikan kepadaku syafa’at, dan adalah nabi diutus khusus hanya kepada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada manusia seluruhnya.” (HR. Bukhari (328) dan Muslim (521) dari hadis Jabir ra)
Di antara keistimewaannya, Allah SWT menjadikan umatnya sebagai umat terbaik dan menasakh (menghapus) seluruh syariat dengan syariatnya. Allah SWT berfirman:
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia.” (Ali Imran: 110)
Allah SWT berfirman:
“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.” (At-Taubah: 33)
Dan Allah SWT berfirman:
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran: 85)
Rasulullah Saw bersabda: “Tidak seorang pun dari umat ini (generasi ini), baik Yahudi maupun Nashrani yang mana telah mendengar seruanku, kemudian ia mati dalam keadaan tidak beriman kepada risalah yang kubawa, melainkan ia menjadi penghuni neraka.” (HR. Muslim (153) dari hadis Abu Hurairah).